Dimedia Televisi begitu jelas terdengar bagaimana sosok nazaruddin yang dulunya garang malah menciut dan bahkan tampak tertekan. ada apa ini sebenarnya???

Pernyataan tersangka kasus suap Sesmenpora, M Nazaruddin, Kamis (18/8), yang meminta Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono agar tidak mengganggu anak dan isterinya menjadi pertanyaan sejumlah pihak. Muncul dugaan, ada intervensi dari pembina Partai Demokrat itu dalam kasus yang dihadapi Nazaruddin.(republika, Kamis, 18 Agustus 2011).

seandainya benar ada intervensi mau jadi apa negeri ini. apakah akan jadi kandang Mafia berdasi?
sungguh ironis sekali jika dibulan yang suci ini, kebenaran di bungkam dan kebatilan merajalela. belum cukupkah bencana-bencana yang sudah pernah ditimpakan dinegeri ini.

sesak rasanya melihat semua permainan kotor ini. inilah akibatnya jika hukum Alloh diabaikan dan lebih memilih demokrasi sebagai sistem yang tak pernah terbukti keberhasilannya dan tak ada jaminan dari siapapun.

beda dengan sistem islam yang berasal dari Alloh yang Maha Benar dan mendapat jaminan langsung dari-Nya.

Allah Swt berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 96:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

dan satu pesan dari rosul kepada kita dan lebih khususnya kepada aparat:

Sesungguhnya celakanya umat-umat sebelum kalian karena jika orang mulia mereka mencuri, mereka membiarkannya; jika orang lemah mencuri, mereka menerapkan hukuman atasnya. [HR. at-Tirmidzi].

semoga permainan sistem kotor dinegeri ini segera berakhir, dan segera berganti dengan sistem yang mulia yaitu syariah Islam….amin…

teror-masjidbom bunuh diri di Masjid Mapolresta

Belum tuntas penyeledikan tentang teror bom buku beberapa pecan lalu, kini datang lagi bom baru. Dengan modus baru. Dan, masyarakat secara luas kembali dihantui bayang-bayang teror dan terorisme.

Ledakan terjadi pukul 12.15 WIB saat imam mengucapkan takbir di awal salat Jumat. Ledakan berasal dari seorang pria berpakaian hitam di barisan dekat para pejabat Polresta. Diduga ledakan merupakan bom bunuh diri. Sejumlah korban terkena serpihan bom berupa paku. Tak hanya Kapolresta, Kasat Lantas Polres Cirebon dan imam salat Jumat pun menjadi korban.

Ada 30 Orang terluka dalam serangan bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon. 24 Diantaranya adalah polisi. Sisanya PNS Polri dan warga yang ikut Salat Jumat. Rata-rata korban luka di bagian punggung, kaki, tangan dan kepala. Tergantung dengan posisi mereka saat Salat Jumat.

Saat ini 8 orang sudah diperbolehkan pulang dari RS dan menjalani rawat inap. Sementara 22 lainnya masih menjalani perawatan. Termasuk Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco, yang ikut menjadi korban  detik.com, 15/4/2011).

Lima Masjid Dibakar di Medan

Tidak main-main, ada beberapa tindakan pembakaran dan pengrusakan masjid disertai dengan penganiayaan, antara lain:

1) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

2) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

3) Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

4) Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan.

5) Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu, Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir.

6) Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

 voa-islam.com, Rabu, 13 Apr 2011)

banyak asumsi yang tersebar dimasyarakat salah satunya adalah bahwa bom bunuh diri di Masjid Mapolresta adalah permainan intelijen, benarkah? bisa jadi benar juga. lalu kenapa berita itu begitu santer, ya kembali ini hanya permainan media saja. lucunya kejadian yang lebih heboh malah gak terlalu di ekspost oleh media yaitu perihal Pembakaran 5 masjid di medan. yang jelas saya hanya bisa katakan bahwa 2 kejadian itu perlu di beritakan berimbang, supaya Tuduhan terorisme itu bisa Objektif, gak cuman nunjuk hidung ummat Islam. tapi siapapun dari agama apapun dan bahkan Intelijen Asing bisa menjadi pihak tertuduh. hal ini perlu dilakukan sehingga terorisme benar-benar bisa dianalisis dengan tepat dan diberantas secara tuntas dinegeri ini.(pak yus/Miau ideologis)